22 April 2013

Tugas 2 Bahasa Indonesia (DEDUKTIF)

DEDUKTIF 

 Deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. Dalam penulisan paragraf deduktif, deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf, lalu kalimat-kalimat selanjutnya adalah kalimat penjelasan terhadap kalimat utama tersebut. berikut adalah contoh dari penulisan secara Deduktif.
Paragraf Deduktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang ide pokok atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan selanjutnya di ikuti oleh kalimat kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama.
ciri-ciri paragraf deduktif
  1. kalimat utama berada di awal paragraf.
  2. kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan.


CONTOH :

PENCEMARAN AIR 

  Pencemaran air terjadi dalam skala luas yang bersumber pada limbah cair kegiatan usaha dan rumah tangga yang dialirkan ke sungai. Berbagai kegiatan manusia menghasilkan produk sampingan atau bahan buangan yang  disebut limbah, baik limbah padat, cair, maupun limbah panas.
  Bentuk limbah padat dapat dikelompokkan menjadi limbah domestik, limbah industri, limbah pertanian, sedimen, polusi laut dan pembangkit nuklir. Limbah industri biasanya mengandung bahan-bahan kimia yang berlebihan misalnya asam, alkali, minyak vaselin, phenol dan merkuri (bahan radioaktof) yag bisa diserap atau masuk ke dalam ranta makanan tumbuhan dan hewan air hingga ke tubuh manusia.
  Limbah domestik berupa buangan saniter meliputi air dari kakus (toilet), dapur, restoran, hotel, rumah sakit, laundry, dan lain-lain yang dibuang ke sistem drainase dan atau sungai. Air buangan ini terdiri atas bahan organik termasuk bakteri yang berbahaya (bakteri pathogen) dan detergen (menaikkan pH air sehingga mematikan makhluk mikroorganisme air). 
  Limbah pertanian berasal dari pemakaian pupuk, pestisida, dan herbisida pada tanaman. Asal-usul lainnya dapat saja dari kotoran hewan, sisa makanan ternak, dan poultry. Bahan pestisda sulit terurai oleh makhluk mikroorganisme di dalam air. Andaipun bisa biasanya memakan waktu yang cukup lama hingga beberapa tahun. 
  Adapun sedimen atau lumpur yang terbawa dari erosi tanah mengakibatkan keurnian air berkurang dan air menjadi keruh. Kekeruhan inilah yang menghalangi masuknya sinar matahari kedalam air. Akibatnya, proses fotosintesis pada tumbuhan air tidak dapat berlangsung. Karbondioksida menjadi meningkat dan kadar oksigen menurun yang berakibat pada kehidupan hewan air.
  Penelitian Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi DKI Jakarta menunjukan sumber air tanah yang masih banyak diandalkan sebagai sumber airv minum masyarakat sebagian besar sudah tercemar. 
  Sampel pengambilan air tanah diseluruh wilayah Jakarta diambil pada 75 titik pada tahun 2004 menunjukkan hanya 18% yang dinyatakan baik. Pada tahun 2005, jumlah yang dinyatakan baik menurun menjadi hanya 16% sisanya dalam kondisi tercemar ringan 33%, teremar sedang 35%, dan tercemar berat 16%. 
  Menurut BPLHD DKI Jakarta, sumber pencemaran terbesar adalah limbah domestik dari kegiatan rumah tangga. Bahkan, untuk pencemaran air permukaan, limbah domestik menyumbang hingga 70% zat pencemar dibandingkan limbah kegiatan lain.
  Komponen pencemar terbesar adalah bakteri coliform, terutama Escherichia coli yang berasal dari kotoran manusia dan binatang. Sisanya adalah limbah detergen.
  
Sumber : 
Rahman, Afif.2006.Pendidikan Lingkungan Kehidupan Jakarta.Jakarta: Akar Penerbit