30 April 2011

Manusia Dan Keindahan


   Keindahan, kata keindahan berasal dari kata indah. Indah adalah suatu kata sifat yang menggambarkan ciri suatu objek, entah itu ciri dari seseorang, hewan, suatu tempat ataupun gagasan. Keindahan biasa diartikan sebagai keadaan atau sesuatu yang enak di pandang, seperti cantik, bagus atau elok. Keindahan itu sifatnya nyata atau abadi dan selalu mempunyai daya tarik. Apabila tidak nyata, berarti tidak indah.
   Apabila tidak berwujud atau tidak berbentuk, sebenarnya keindahan itu adalah sesuatu yang abstrak, bentuk nya tidak jelas sehingga tidak bisa dinikmati. Oleh karena itu keindahan harus lah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau berhubungan dengan suatu karya. 
  Jadi, cukup dengan melihat anda akan mengetahui apakah hal itu indah atau tidak. Dari Keindahan itu akan tumbuh ketertarikan, barulah dari situ timbul keinginan untuk menelaah  atau dengan kata lain mencoba mengerti makna dari karya/citra visual yang kita lihat tersebut.
   Contoh bahwa manusia berhubungan dengan keindahan adalah :
Pertama sifat manusia yang selalu mencoba untuk memperindah diri, pakaian, rumah, kendaraan dan sebagainya agar nantinya hal tersebut akan tampak mempesona dan membuat setiap orang yang melihatnya berpresepsi bahwa objek tersebut indah. Semua ini menunjukkan betapa manusia sangat gandrung dan mencintai keindahan. Seolah-olah keindahan termasuk konsumsi vital bagi indera manusia. Tampaknya kerelaan orang mengeluarkan dana yang relatif banyak untuk keindahan dan menguras tenaga serta harta untuk menikmatinya, seperti bertamasya ke tempat yang jauh bahkan berbahaya, hal ini semakin mengesankan betapa besar fungsi dan arti keindahan bagi seseorang. Agaknya semakin tinggi pengetahuan, kian besar perhatian dan minat untuk menghargai keindahan dan juga semakin selektif untuk menilai dan apa yang harus dikeluarkan untuk menghargainya, dan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang yang dapat menghayati keindahan. 
Nilai Estetik
Adalah nilai suatu benda itu sendiri yang menarik minat seseorang atau suatu golongan.
Nilai dibagi menjadi 2, yaitu :
1. nilai ekstrinsik : sifat dari suatu benda sebagai alat untuk hal lainnya
2. nilai intrinsik : sifat dari benda yang bersangkutan atau sebagai suatu tujuan ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
   Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah yang merupakan suatu proses bermeditasi merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan.
   Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. 
Jadi bedanya kontemplasi adalah sifat dalam diri manusia untuk "menciptakan" sesuatu yang indah sedangkan Ekstansi adalah sifat dalam diri manusia untuk "menyatakan, merasakan dan menikmati" sesuatu yang indah.